gempa bumi

22 12 2008

This memo is just only a memo, it is not a fruit of research, and it is a fruit of my mind.

Ya benar sekali ini hanya pengantar untuk cerita kecil hari ini. Cerita ini terbetik setelah beberapa menit bumi di belahan Aceh digoyang gempa “ringan” tadi malam. Setelah kontak dengan beberapa keluarga di belahan kabupaten lain, hasilnya mereka juga mengatakan ada gempa.

Aceh (tanpa mengecilkan yang dialami Nias dan Yogya, juga daerah lain di Nusantara) sejak empat tahun lalu sudah bisa disebut sebagai negeri gempa, (sebutan ini tentu saja juga hanya opini belaka), bagaimana tidak sepanjang tahun 2005 saja, tiada hari tanpa gempa, dan kata ahli di BMG, itu merupakan gempa susulan dari gempa dan tsunami 26 Desember empat tahun lalu. Sampai ada jargon yang tersimpan, “kalau tak ada gempa tak enak tidur”.Nah, tadi malam ada gempa lagi, walau tak kencang dan kuat, cukuplah untuk mengejutkan hati yang telah lama terlena karena tak pernah lagi merasakan gempa.

Tapi mengapa gempa itu datang? Walau sebuah gejala alam yang tak bisa diprediksi, begitu para ahli menyebutnya, namun dia datang pasti dengan adanya sebab. Menurut diskusi di sebuah warung kopi, ada yang bilang gempa datang itu karena ada patahan yang terus bergerak dan menumbuk patahan lainnya. Proses penumbukan itu yang dapat mengakibatkan gempa. Setelah proses penumbukan itu selesai maka selesai pula getaran yang diakibatkannya. Selesainya proses penumbukan lempengan itu karena telah terjadinya konsolidasi antara mereka sehingga tak ada lagi dorong-mendorong. Walhasil, ada sebuah kebenaran di sini. Gempa itu datang untuk menjalankan tugasnya menstabilkan bumi. Bukan sebaliknya, karena pergerakan lempeng atau patahan itu merupakan proses dia untuk tetap stabil dengan mencari posisi yang benar. Jadi wajar gempa itu dapat terjadi, karena patahan itu terus saja bergerak walau kecepatannya hanya 20 mm/tahun.Nah, yang harus diwaspadai, bila negeri Anda berada di wilayah lempengan yang rawan, maka kalau sudah lama sangat tidak terjadi getaran, maka hati-hati, energi yang dilepaskannya akan sangat besar (ini opini diri lho)
Paradoks-kan dengan kejadiannya di permukaan bumi bila gempa datang, bangunan malah hancur. Itulah evolusi bumi…J

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: