menulis blog

9 01 2009

Sejak kecil udah sering menulis, walau menulis sesuatu cerita yang lebih tepatnya disebut mengarang. Di sekolah dasar dahulu salah satu kegiatan belajar yang saya senangi adalah mengarang, apakah mengarang bebas atau tak bebas sekalipun. Salah satu tema yang paling saya senangi adalah berwisata, dan sering memakai kata “desa” untuk judul cerita. Ingin sekali melihat kembali semua hal yang telah tercoret di dalam buku tulis. Namun sayang, dulu tak seperti sekarang, media penyimpan sangat kurang, hingga semua catatan itu hilang entah kemana.  Padahal itu bukan alasan sih, tapi demikian adanya, kita selalu sadar pada saat mengenang sesuatu yang lucu dan membuat kita tersenyum sendiri.

Namun, kesukaan menulis ini tak berlanjut juga untuk terus kontinyu menulis dan menulis. Hanya menulis pada saat ingin saja. Hingga kata menulis itu hanya perbuatan di “kepala” saja tanpa ada hasil. Anehnya bila ditanya sama orang lain atau pada saat mengisi biodata (apa saja), “menulis” adalah salah satu jawaban untuk item pertanyaan “hobi”. Sesadarnya, dari kecil sangat kagum dengan pengarang dan wartawan yang bisa menulis dan bisa membuat orang membaca dengan hati riang gembira.

Saat ini juga tak begitu berbeda, menulis masih menjadi hal yang ingin  dilakukan, apalagi sekarang terdapat beberapa media gratis yang bisa mempublikasikan tulisan sendiri. Seperti blog, misalnya. Saat ini juga blog di Indonesia sudah sangat menjamur apalagi kemudahan mengakses internet sangat nyata mudahnya sekarang ini.

Menjadi penulis tidaklah mudah, apalagi predikat “menulis” itu tidak datang dengan sendirinya dan harus ada uji publik, ya, publik-lah yang menilai produk tulisan kita apakah dapat diterima menjadi opini umum atau tidak. Publik secara keseluruhan-lah yang menunjang kita dapat menjadi penulis atau tidak. Terminologi penulis memang hanya akan membuat kita berfikir penulis merupakan profesi dan harus membuat sebuah produk kontinyu. Bila melihat pengertian di atas, orang dapat dikatakan menjadi penulis bila dia mempunyai media pencurahan seperti buku. Namun penulis itu bisa menjadi menjadi mudah dan tidak harus menjadikan buku sebagai media pencurahan ide dan opini diri untuk diketahui opinik ramai seperti publik. Menurut saya menjadi penulis itu dapat dipersempit dengan hal yang tematik seperti penulis opini, penulis sajak, dan penulis buku. Tentu saja dengan frekuensi yang kontinyu dan kualitas yang memadai untuk mencurahkan ide secara tematik. Apalagi zaman internet saat ini, bisa saja kita membangun diri untuk menjadi seorang penulis blog.

Blog merupakan terminologi yang berasal dari web log, sebuah web yang berisikan catatan penulis web yang dapat merubah isi tulisannya setiap dia inginkan. Pada saat ini blog sudah menjadi tren bagi pengguna internet, selain banyak provider yang menyediakan blog gratis. Jadi, menjadi penulis itu saat ini (saya yakin) tidak harus menjadi penulis yang berorientasi pada media publik seperti koran, majalah, dan buku, Ya mulailah dari yang kecil dahulu yaitu blog. Tulis dan catatlah apa yang ada di ‘tangan’ kita. Mulailah lagi dengan mengarang dan bercerita tentang wisata ke desa sewaktu kita kecil dahulu. 

Advertisements

Actions

Information

One response

13 01 2009
grubik

Judul favorit jaman anak2: berlibur ke rumah nenek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: