Desaku

25 05 2009

Panggong. Sebuah desa nun jauh di tengah belantara rimba ulu masen, Aceh Jaya, dulunya menjadi bagian dari kabupaten Aceh Barat, belakangan kembali dihebohkan dengan penemuan gunung emasnya. Banyak orang dari berbagai kalangan kini berduyun-duyun ikut serta mengeksploitasi gunung yang dulu kutahu dinamakan Gunoeng Ujeun, karena hampir setiap saat disana kabarnya selalu turun hujan. Aku setiap pagi dan ketika sore menjelang sering melamun sambil menikmati view ke arah jajaran pegunungan tersebut.
Read the rest of this entry »

Advertisements




gempa bumi

22 12 2008

This memo is just only a memo, it is not a fruit of research, and it is a fruit of my mind.

Ya benar sekali ini hanya pengantar untuk cerita kecil hari ini. Cerita ini terbetik setelah beberapa menit bumi di belahan Aceh digoyang gempa “ringan” tadi malam. Setelah kontak dengan beberapa keluarga di belahan kabupaten lain, hasilnya mereka juga mengatakan ada gempa.

Aceh (tanpa mengecilkan yang dialami Nias dan Yogya, juga daerah lain di Nusantara) sejak empat tahun lalu sudah bisa disebut sebagai negeri gempa, (sebutan ini tentu saja juga hanya opini belaka), bagaimana tidak sepanjang tahun 2005 saja, tiada hari tanpa gempa, dan kata ahli di BMG, itu merupakan gempa susulan dari gempa dan tsunami 26 Desember empat tahun lalu. Sampai ada jargon yang tersimpan, “kalau tak ada gempa tak enak tidur”.Nah, tadi malam ada gempa lagi, walau tak kencang dan kuat, cukuplah untuk mengejutkan hati yang telah lama terlena karena tak pernah lagi merasakan gempa.

Tapi mengapa gempa itu datang? Walau sebuah gejala alam yang tak bisa diprediksi, begitu para ahli menyebutnya, namun dia datang pasti dengan adanya sebab. Menurut diskusi di sebuah warung kopi, ada yang bilang gempa datang itu karena ada patahan yang terus bergerak dan menumbuk patahan lainnya. Proses penumbukan itu yang dapat mengakibatkan gempa. Setelah proses penumbukan itu selesai maka selesai pula getaran yang diakibatkannya. Selesainya proses penumbukan lempengan itu karena telah terjadinya konsolidasi antara mereka sehingga tak ada lagi dorong-mendorong. Walhasil, ada sebuah kebenaran di sini. Gempa itu datang untuk menjalankan tugasnya menstabilkan bumi. Bukan sebaliknya, karena pergerakan lempeng atau patahan itu merupakan proses dia untuk tetap stabil dengan mencari posisi yang benar. Jadi wajar gempa itu dapat terjadi, karena patahan itu terus saja bergerak walau kecepatannya hanya 20 mm/tahun.Nah, yang harus diwaspadai, bila negeri Anda berada di wilayah lempengan yang rawan, maka kalau sudah lama sangat tidak terjadi getaran, maka hati-hati, energi yang dilepaskannya akan sangat besar (ini opini diri lho)
Paradoks-kan dengan kejadiannya di permukaan bumi bila gempa datang, bangunan malah hancur. Itulah evolusi bumi…J





Hujan Solusi

11 12 2008

Solusi bila hujan datang bukan hanya mengembangkan payung agar terhindar kebasahan. Namun lebih dari itu, hujan yang datang, yang terkadang menjadi masalah banjir, harus bisa dimanfaatkan. Caranya…(ini hanya angan-anagan belaka dan bisa jadi hanya mimpi). Bila ada pot yang sering ditanami bunga dan tetumbuhan, maka alih fungsikanlah (sebenarnya bukan alih fungsi, namun menambah fungsi) menjadi media untuk menanam “hujan”. Supaya apa? Air hujan tertampung dan bisa mengurangi genangan di tanah. Keuntungannya, dapat meminimalkan banjir atau genangan dan dapat menjadi tampungan untuk menyiram bunga, pembersihan, dan malah bisa untuk air mandi.

Kedua, di daerah perkantoran, yang bisanya ditumbuhi oleh “beton” di halamannya, disalin dengan rerumputan atau tetumbuhan yang akarnya tunggang, sehingga banayak air yang bisa masuk ke tanah. Nah, lalu di dalam tanah, dibuat instalasi jaringan yang dapat mengirim air ke dalam kolam penampungan. Kolam penampungan ini (folder) dapat berguna untuk apa saja, asal kegunaan yang membutuhkan air.

Ketiga, di rumah kita, di atap ada talang untuk menampung air hujan, dan media ini menuju ke dalam tanah yang telah kita buat sumur, boleh juga sumur resapan. Sehingga air bisa tersimpan di dalam sumur itu.

Keempat, bisa nggak ya, tak membangun di daerah rawa, karena rawa itu kan daerah yang bagus untuk menyimpan air. Kalau dibebani dengan “tumbuhan” beton, air dan tanahnya akan terkonsolidasi, dan air nya akan lari keluar sehingga dia tak akan menerima datangnya air lagi.

Once more, Ini hanya angan-angan, hanya mimpi saja, jangan tanya cara implementasinya. What suppose to do by us is conserve the water





Hujan

4 12 2008

Hmmm, agak susah membuat sebuah catatan pertama di ruang yang telah dikenal sebag Blog. Tapi seperti yang telah orang dan sejarah buat, haruslah mencoba.

Hari ini lagi-lagi hujan, padahal kemarin langit yang berwarna biru telah kembali terlihat, setelah sepekan ditutupi awan. Kata seorang kawan, awan itu bernama Cumulus nimbus Ada hal yang mengganggu saat hujan datang, coba bayangkan, air yang kata orang hidrologi bernama presipitasi, datang dengan banyak jumlah. Namun orang hanya tahu akibat negatifnya adalah banjir. Namun jarang sebagian besar dari kita memikirkan bila hujan turun bagaimana mengaturnya sehingga dia bisa berguna?