Desaku

25 05 2009

Panggong. Sebuah desa nun jauh di tengah belantara rimba ulu masen, Aceh Jaya, dulunya menjadi bagian dari kabupaten Aceh Barat, belakangan kembali dihebohkan dengan penemuan gunung emasnya. Banyak orang dari berbagai kalangan kini berduyun-duyun ikut serta mengeksploitasi gunung yang dulu kutahu dinamakan Gunoeng Ujeun, karena hampir setiap saat disana kabarnya selalu turun hujan. Aku setiap pagi dan ketika sore menjelang sering melamun sambil menikmati view ke arah jajaran pegunungan tersebut.
Read the rest of this entry »





rapat di ruang dewan

19 12 2008

Ini cerita pekan lalu, tepatnya hari Jumat lalu di salah satu kota kabupaten di Nusantara ini. Waktu itu saya sendiri hadir di presentasi sebuah lembaga. Lembaga ini sebuah lembaga asing dan konsentrasi membantu negeri yang porak poranda akibat tsunami khususnya di bidang dukung untuk pemerintah lokal. Oya, lembaga ini prentasi di gedung dewan. Tau kan Dewan? Inti ceritanya ini lho…
Cerita ini tak penting namun sangat lucu kalau saya pikir. Lembaga ini punya niat yang mulia untuk pesentasi hasil kerja keras mereka di wilayah tersebut kepada para anggota dewan. Mereka punya niat, setelah mereka tidak lagi di wilayah itu, pemerintah di sana ada niat tidak untuk tindak lanjut kerja mereka. Salah satu cara, presentasi ke para anggota dewan dan nanti mereka (dewan) akan sahkan anggaran untuk aktivitas itu di kemudian hari.
Namun, presentasi untuk exit strategy ini hanya ada di diri lembaga asing, khususnya presenter dan para officer-nya. Para dewan hanya dengar di sepuluh menit pertama, selanjutnya “presentasi” di meja masing-masing.
Ketawa dan gosip sambil “kik…kik…kik”, (ini ibu dewan lho). Saya yang di belakang, oya saya hanya tamu, hanya dengar ocehan dewan yang tidak ada sangkut pautnya dengan tema. Namun pada sesi Tanya jawab dan diskusi, semua pada protes dan pesimis.
Yang ada di benak saya, apa iya mereka itu wakil rakyat?